Laman

Minggu, 12 Juni 2011

TERIAKAN ANAK LADANG

Dari sisi kehidupan di dunia,,
tidaklah asing dengan PENGGEMBALA atau PANGON (bahasa jawa versi KEBUMEN-JAWA TENGAH).
Dialah anak-anak yang kesehariannya menggembala ternak di ladang desa. Terkenal dengan keriangannya,keusilannya,dan kehidupannya yang akrab dengan alam.

Disuatu desa kecil di bagian utara Kebumen,Pengaringan namanya,kami yang selalu akrab dengan rumput,angin,hujan,dan terik matahari....
disela keriangan itu,ada ungkapan-ungkapan yang jarang terdengar oleh orang lain,karena hanya terlintas sekejap ucap ditanah lapang,,di kebun ,,dan di bukit mereka menggembalakan hewan ternaknya.

Dari sekian banyaknya ungkapan tak sadar mereka,nyanyian mereka,dan teriakan mereka ada yang mengandung arti dalam bila disingkap dengan hati dan akal,dan tak sedikit yang dapat kita ambil sebagai bahan pemikiran santai.




Berikut secuil ucapan mereka yang sering sebagai nyanyian ladang :
 
Alang-Alang.

Alang-alang sinebaring tetegalan...
lumrahe dadi mengsaheng palawijan,
Tan sumereping pro tani mring tetamban...
ing ngandape iku ademing padaran,

(__vancom2000__)
  bhsa indonesia :
"Alang-alang tersebar diladang-ladang
  biasa menjadi musuh tanaman (palawija)
  Tidak tahunya petani tentang obat-obatan
  bahwa dibawahnya(alang-alang) itu pendingin perut(lambung)"



SAPI BIGAR

Sapine bigar mlayu tanpo paran
Mangani kabeh ana sesengkeran
Mergo pedote dadung saka paugeran
Adohe pangon kang lena gegojegan

bahasa indonesia:
"Sapi lari
Sapinya lari tak bertujuan
Memakan semua tanaman warga
Karena putusnya tali dari kendali
Jauhnya penggembala yg asik bercanda"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar